Badan Pengendalian Internal
Universitas Muhammadiyah Malang
Badan Pengendalian Internal
Universitas Muhammadiyah Malang

Teknik Pengendalian Internal

TEKNIK-TEKNIK PENGENDALIAN INTERNAL

 
Metode pengendalian internal secara konvensional dan manual dapat dikelompokkan dalam 4 (empat) kategori:
  1. Penjagaan fisik (Physical safeguards)
  2. Pengendalian keorganisasian (organizational control)
  3. Kebijakan-kebijakan akuntansi (Accounting policies )
  4. Praktik-praktik klerikal (clerical practises)
 
 
 
 
TEKNIK PENGENDALIAN INTERN
 
 
TUJUAN
 
 
Penjagaan fisik:
Alarm pencuri
Penjaga keamanan peralatan
 
Lemari besi tahan api untuk menyimpan dokumen, surat berharga, dan arsip penting lainnya
 
 
Membatasi akses keluar-masuk ruangan pihak-pihak yang tidak berkepentingan
 
Pembatasan akses pada catatan akuntansi dan file komputer
 
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan asset
Mencegah dan mendeteksi penggelapan asset oleh pihakl luar atau pihak dalam
Mencegah , melindungi dokumen dari kerusakan, dan mencegah dari penggelapan yang dilakukan pegawai yang tidak bertanggungjawab.
 
 
Mencegah dan menjamin penggunaan asset di luar kewenangan
 
Mencegah dari pembobolan melalui data
 
 
 
Pengendalian Keorganisasian
 
Difinisi penugasan secara tertulis kepada masing-masing tugas sesuai dengan fungsi yang ditetapkan
 
 
 
Menghindari penugasan ganda pada tugas yang incompatible (saling bertentangan). Antara tugas persetujuan transaksi, pemeliharaan asset, dan pencatatan akuntansi hendaknya dilakukan oleh orang yang berbeda.
 
Mengikat karyawan dan dosen yang menempati posisi-posisi yang memerlukan amanah tinggi
 
Menyelenggarkan liburan untuk karyawan dan dosen yang menempati posisi-posisi yang memerlukan amanah tinggi
 
Menyelenggarakan rotasi untuk tigas-tugas akuntansi
 
 
Menetapkan karyawan yang memadai dan kualified.
 
Menetapkan gaji yang layak dan analisis tunjangan-tunjangan untuk keluarga.
 
Menetapkan internal audit
 
 
 
Mencegah terjadinya penggelapan dan kesalahan.
Menjamin bahwa tugas dilaksanakan oleh personil yang kualified.
Menjamin kontinuitas operasi ketika ada perubahan personil.
 
Mencegah penggelapan, dan kesalahan.
Menjamin bahwa penggelapan, dan kesalahan terditeksi dengan segera.
 
 
 
Mencegah penggelapan
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan prosedur
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan.
Menjamin kontinuitas operasi ketika ada perubahan personil.
 
Perlindungan dari penggelapan, dan kesalahan yang berlebihan
 
Mencegah penggelapan dan karena kebutuhan hidup yang tinggi.
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan, dan kesalahan.
 
Kebijakan-kebijakan akuntansi
 
Penggunaan metode perpetual untuk mengen-dalikan inventaris
 
Melaksanakan pemeriksaan fisik secara periodik terhadap inventaris dan peralatan
 
Menggunakan penetapan standar biaya sebagai dasar penganggaran
 
Menggunakan perkiraan pengendalai (control account)
 
 
 
 
Mencegah terjadinya kerugian karena inventaris yang berlebihan dan usang/rusak
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan, dan kesalahan
 
Mencegah terjadinya kesalahan penentuan biaya
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan, dan kesalahan.
 
 
Praktik-praktik klerikal
 
Penggunaan nomor formulir dan dokumen yang tercetak.
 
 
Pengendalian terhadap urutan nomor dokumen
 
 
Menggunakan formulir dan dokumen rangkap dan mencegah bentuk fotocopian
 
Adanya verifikasi independen terhadap pelaksanaan operasi klerikal.
 
Menyediakan kertas kerja akuntansi yang memungkinkan penjumlahan secara vertikal dan horisontal.
 
Rekonsiliasi rekening di bank dan rekening pengendali dengan buku besar pembantu.
 
Membandingkan secara rutin antara catatan asset dan keadaan fisik.
 
Penggunaan teknologi electronic data processing (EDP).
 
Dokumentasi standar operating procedures (SOP), untuk tugas-tugas klerikal dan rutin.
 
Menggunakan kolom tanda tangan untuk pihak yang diberi wewenang.
 
Mencocokkan dokumen yang telah disiapkan dengan proses operasi.
 
Adanya prosedur bila dokumen dibatalkan
 
 
 
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan
 
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan
 
 
Mencegah kesalahan pencatatan
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan.
 
 
Menjamin tidak terjadinya kesalahan pencatatan.
 
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan.
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan.
 
 
Melindungi dari human error.
 
 
Mencegah penggelapan dan kesalahan
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan.
 
 
Mencegah dan mendeteksi penggelapan dan kesalahan.
 
Shared: