Badan Pengendalian Internal
Universitas Muhammadiyah Malang
Badan Pengendalian Internal
Universitas Muhammadiyah Malang

Bentuk Kegiatan

BENTUK KEGIATAN
 


1.      KEGIATAN YANG DILAKUKAN
 
 
 
 
1.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3.
 
 
4.
 
 
5.
 
 
6.
 
 
7.
 
 
8.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

9.
 
 
.
 
 
 
 
 
 
 
 
10
 
 
11
 
 
12
 
 
 
 
 
 
 
 
Evaluasi sistem pengendalian intern (SPI) Biro
 
 
a.       Biro Keuangan dan unit kerja terkait
 
 
b.      BAU dan unit kerja terkait
 
 
c.       BAA dan unit kerja terkait
 
 
d.      Biro Mawa dan unit kerja terkait
 
 
Evaluasi sistem pengendalian intern Lembaga
 
 
a.       Lembaga Penelitian
 
 
b.      Lembaga Pengabdian Masyarakat
 
 
c.       Lembaga lainnya
 
 
Evaluasi sistem pengendalian intern Fakultas
 
 
Evaluasi sistem pengendalian intern laboratorium
 
 
Evaluasi sistem pengendalian intern UPT dan unit kegiatan
 
 
Evaluasi sistem pengendalian intern unit usaha
 
 
Audit Operasional unit kerja
 
 
Audit Investigasi
 
 
a.       Unit kerja tertentu
 
 
b.      Unit usaha
 
 
c.       Unit kegiatan
 
 
Redisain model pengendalian:
 
 
a.       Penganggaran
 
 
b.      Pelaporan
 
 
c.       Standarisasi dan pengukuran
 
 
Pembinaan unit kerja
 
 
Pembinaan anggota BPI
 
 
Pelaporan (progress dan final)
 
 
 
 
2. MEKANISME KERJA:
  1. Setiap kegiatan akan dilaksanakan berdasarkan penugasan dari BPI atas persetujuan Pimpinan Universitas.
  2. Dalam melaksanakan kegiatan akan dibentuk tim di bawah koordinasi anggota BPI.
  3. Setiap pelaksana harus menjaga kerahasiaan hasil pekerjaannya, kecuali ada pertimbangan lain yang bisa dipertanggungjawabkan.
  4. Evaluasi sistem pengendalian intern meliputi unsure-unsur SPI yang meliputi organisasi, wewenang dan prosedur, praktek yang sehat dan karyawan yang cakap serta sistem perencanaan, sistem Anggaran dan sistem akuntansi.
  5. Audit Investigasi dilakukan apabila dipandang perlu sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi sistem pengendalian internal.
  6. Untuk mengoptimalkan hasil kegiatan disain ulang model pengendalian, maka diperlukan penelitian institusional yang memerlukan persetujuan Lemlit.
  7. Pembinaan terhadap unit kerja bisa dalam bentuk pembinaan terprogram atau Pendampingan insidental. Jika berupa Pendampingan insidental, maka akan dibiayai dari dana Investigasi. Jika berbentuk pembinaan terprogram, maka akan diajukan tersendiri.
  8. Untuk menambah wawasan dan penajaman keahlian anggota BPI, secara periodik perlu mengundang tenaga ahli yang berpengalaman.
Shared: