Badan Pengendalian Internal
Universitas Muhammadiyah Malang
Badan Pengendalian Internal
Universitas Muhammadiyah Malang

PELAKSANAAN INVESTIGASI

PELAKSANAAN INVESTIGASI


Perencanaan Investigasi
Perencanaan Investigasi termasuk dalam penentuan:
·        Apa sifat dari pelanggaran?
·        Unit organisasi apa saja yang terlibat?
·        Bukti apa saja yang diperlukan untuk menduga adanya dugaan kecurangan?
·        Catatan atau bukti apa yang perlu diamankan?
·        Bantuan apa yang diperlukan?
·        Sumberdaya apa yang diperlukan?
·        Pemberitahuan apa saja yang diperlukan?
·        Metodologi apa yang perlu digunakan untuk mengumpulkan, mengamankan dan menganalisis bukti? Metodologi termasuk koordinasi dengan pihak-pihak lain.
 
Dokumentasi
Dalam Investigasi ada dua jenis dokumentasi: administratif dan bukti. Dua jenis dokumen ini harus dijaga kerahasiaannnya.
 
1.      Dokumentasi Administratif
Dokumentasi administratif menyangkut manajemen kasus dalam universitas yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan bukti audit. Dakumentasi administratif termasuk tetapi tidak terbatas saja tentang:
·        Kronologis peristiwa penting
·        Perencanaan yang tidak berkaitan dengan pelanggaran
·        Kapan, dan bagaimana dugaan sampai menjadi perhatian BPI
·        Definisi peran dalam Investigasi, termasuk peran yang ditetapkan dalam proses praduga tersebut
·        Pemberitahuan audit internal
·        Pertimbangan personel
·        Pertimbangan Investigasi
·        Administratif pelaksanaan
 
2.      Dokumentasi Bukti
Pengumpulan Bukti. Perhatian harus diberikan untuk mengumpulkan bukti sehingga tidak ada kompromi. Pada kasus yang hasilnya pemberhentian atau praduga orang yang mengumpulkan bukti harus diuji sebagai alat dan otorotas untuk mengumpulkan bukti.
 
Perhatian terhadap bukti. Pada semua kasus yang memiliki kemungkinan pelanggaran atau menyangkut pedana, perhatian harus diberikan untuk menjaga integritas dari bukti. Penyelidik harus menjamin bahwa langkah-langkah telah dilakukan untuk mengamankan dan melindungi semua bukti awal. Ini termasuk:
 
  • Langkah-langkah untuk menjamin bahwa bukti tidak dihilangkan baik oleh tersangka ataupun orang lain.
  • Penggunaan kopi kerja dari pada aslinya dalam menganalisis
  • Penggunaan kopi gambar untuk mengamankan informasi yang tersimpan dalam komputer.
 
Jika kasus tersebut memiliki kemungkinan kuat tindakan perdata atau pidana, dokumentasi yang perlu diperhatikan adalah:
 
  • Kapan bukti tersebut dikumpulkan
  • Bagaimana bukti tersebut dikumpulkan
  • Bagaimana jalur tersangka diamankan
  • Bagaimana bukti dijaga dengan baik
 
Dokumentasi bukti dapat pula dilakukan dengan teknik-teknik berikut ini:
1.      Wawancara
2.      Introgasi terencana
3.      Kesaksian
Shared: